Sukabumi, 28 April 2026 — Departemen Sosial Masyarakat BEM Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sukabumi sukses menyelenggarakan kegiatan Sosial Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di SD Negeri Buniwangi, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat, 28 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, di antaranya sosialisasi anti-bullying, layanan cek kesehatan gratis, serta penyediaan pojok baca untuk anak-anak sekolah dasar.
Acara diawali dengan pembukaan pada pukul 08.30 WIB di SDN Buniwangi yang dihadiri oleh perwakilan perangkat Desa Kertaangsa, Kepala Puskesmas Nyalindung, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial UMMI serta Perwakilan dari pihak sekolah. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan pengabdian yang diinisiasi oleh mahasiswa.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial UMMI, Faizal Mulia, S.AB., M.A., menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari nilai dasar perguruan tinggi.
“Program ini merupakan bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga harus mampu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi anti-bullying pada pukul 09.30 hingga 11.00 WIB yang ditujukan kepada siswa SD Negeri Buniwangi. Materi disampaikan secara interaktif guna meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya saling menghargai serta mencegah tindakan perundungan sejak dini.
Pada pukul 12.30 WIB, kegiatan berlanjut dengan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Kertaangsa yang terselenggara melalui kolaborasi bersama Himpunan Mahasiswa S1 Keperawatan UMMI (HIMAPSI). Program ini mendapat antusiasme dari warga setempat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengadaan pojok baca pada pukul 15.00 WIB yang diperuntukkan bagi anak-anak sekitar sekolah sebagai upaya meningkatkan minat baca dan literasi sejak usia dini.
Sementara itu, Ketua BEM FIS UMMI, Aldi Aqli, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program kerja formal, melainkan bentuk nyata keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban program kerja dan bukan sekadar simbolik. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk turun langsung, melebur bersama masyarakat, serta memahami dan merasakan persoalan nyata yang ada di lapangan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BEM FIS UMMI berharap dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran sosial, kesehatan masyarakat, serta literasi anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
