Sukabumi – Mahasiswa Universitas Nusa Putra
dari Kelompok KKN Riset 21E melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berupa
pembuatan tempat sampah dan Rocket Stove di Desa Kalapanunggal, Kecamatan
Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi salah satu program
kerja Kelompok KKN Riset 21E untuk membantu mengatasi permasalahan sampah di
lingkungan sekitar pasar desa.
Desa Kalapanunggal berdiri sejak tahun 1946
dan terdiri atas 5 dusun, 9 Rukun Warga (RW), serta 24 Rukun Tetangga (RT),
dengan jumlah penduduk 6.161 jiwa. Berdasarkan hasil observasi, sampah di area
belakang pasar terlihat berserakan dan menumpuk karena belum tersedia tempat
penampungan yang memadai. Kondisi ini membuat sebagian warga membuang sampah ke
area jurang di belakang pasar.
Untuk menjawab permasalahan tersebut,
mahasiswa menyediakan tempat sampah sebagai sarana penampungan bagi masyarakat
sekitar pasar. Mahasiswa juga membuat Rocket Stove, yaitu teknologi tepat guna
yang memanfaatkan bahan bakar biomassa dan dapat digunakan untuk membantu
penanganan sampah yang telah terkumpul. Penggunaan Rocket Stove diharapkan
lebih terkontrol dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.
Program ini dijalankan melalui kerja sama
beberapa kelompok KKN Universitas Nusa Putra. Kelompok 21A dan 21B melakukan
observasi serta identifikasi permasalahan di lapangan. Kelompok 21E Riset
kemudian melakukan analisis dan menentukan program kerja, lalu bersama Kelompok
21C dan 21D melaksanakan pembuatan Rocket Stove serta penyediaan tempat sampah.
Koordinasi antarkelompok dilakukan melalui diskusi daring lewat Zoom dan
pertemuan langsung agar pembagian tugas dapat dipahami bersama.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Desa
Kalapanunggal yang tengah mengembangkan konsep Smart Village atau Desa Cerdas
melalui Program Desa Berdampak 2026, di mana lingkungan yang bersih dan tertata
menjadi salah satu aspek penting.
Melalui program ini, mahasiswa berharap
masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga sarana yang telah disediakan,
sehingga kebiasaan membuang sampah sembarangan, termasuk ke area jurang, dapat
berkurang. Mahasiswa juga berharap kepedulian warga terhadap kebersihan
lingkungan meningkat dan Pemerintah Desa Kalapanunggal dapat melanjutkan
pemantauan serta pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur.


.jpeg)