Sukabumi, 5 Oktober 2026 - Keanekaragaman hayati di sekitar masyarakat dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus peluang ekonomi melalui produk kreatif. Hal ini dilakukan oleh UMKM Razita Nugeulis melalui pengembangan eco print yang memanfaatkan tumbuhan sebagai sumber motif.
Pemilik Razita Nugeulis, Ibu Dwi, mulai mempelajari teknik eco print secara mandiri pada 2019–2020 setelah usaha jasa jahitnya mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19. Ia kemudian memanfaatkan tumbuhan yang mudah ditemukan di sekitar, seperti bunga pengantin, daun jarak, daun jati, daun mangga, daun kersen, dan berbagai tumbuhan liar.
Setiap tumbuhan memiliki karakter motif dan warna yang berbeda sehingga menghasilkan karya yang khas. Pengembangan usaha tersebut semakin mendapat kepercayaan setelah Ibu Dwi meraih juara ketiga lomba business plan tingkat provinsi pada 2022.
Perjalanan Razita Nugeulis kemudian berlanjut melalui kolaborasi dengan Rumah Batik Fractal LPS di Kota Sukabumi. Melalui pelatihan dan pengembangan desain, teknologi yang digunakan dalam perancangan motif batik juga dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan pola dan warna pada produk eco print.
Selain menghasilkan produk fashion, Razita Nugeulis juga aktif dalam kegiatan edukasi eco print. Produk dan karya eco print Razita Nugeulis pernah digunakan dalam penyambutan 18 duta besar yang berkunjung ke SMP Negeri 1 Kota Sukabumi. Pada 19 Oktober 2026, Razita Nugeulis juga dijadwalkan mendampingi kegiatan kokurikuler bagi 496 siswa dalam praktik eco print pounding menggunakan media tote bag dan taplak meja.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan pemanfaatan tumbuhan secara kreatif kepada generasi muda sekaligus menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati dapat dikembangkan menjadi produk edukatif dan bernilai ekonomi.
Menurut Ibu Dwi, eco print tidak hanya memiliki nilai kreativitas dan ekonomi, tetapi juga mendorong pemanfaatan serta budidaya tumbuhan dan penerapan konsep sustainable fashion. Ke depan, ia berharap pengembangan eco print di Sukabumi dapat melibatkan lebih banyak komunitas dan instansi terkait dalam penyediaan serta budidaya tanaman penghasil warna.

.jpeg)