TANAM POHON UNTUK CEGAH LONGSOR, KKN UMMI HADIRKAN GERAKAN HIJAU DI DESA UBRUG



 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sinergi 2026 Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang ditempatkan di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menggelar kegiatan Simbolisasi Penanaman Bibit Pohon pada Selasa, 5 Agustus 2026, di Dusun Baru Waru, Desa Ubrug. Bertajuk sebagai penanda dimulainya Program Mitigasi Bencana melalui penanaman bibit pohon, kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.30 hingga 12.00 WIB ini menjadi momentum penting sekaligus simbol komitmen bersama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan berbagai instansi terkait dalam mewujudkan Desa Ubrug yang lebih hijau, bersih, dan tangguh menghadapi ancaman bencana alam.


Program ini lahir dari kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dengan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sukabumi, sebagai respons terhadap kondisi geografis Desa Ubrug yang berkontur perbukitan dengan tingkat kerawanan longsor yang tergolong tinggi, terutama ketika memasuki musim penghujan. Minimnya tutupan vegetasi di sejumlah titik lereng dinilai menjadi salah satu faktor yang memperbesar potensi pergerakan tanah, sehingga mengancam keselamatan dan ketenteraman warga yang bermukim di sekitar area rawan. Berangkat dari kondisi tersebut, kampus dan BAPPERIDA memandang perlu adanya langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan lingkungan desa, yang kemudian diwujudkan mahasiswa KKN melalui inisiatif penghijauan berupa penanaman bibit pohon secara terarah di titik-titik yang teridentifikasi rawan.


Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari berbagai pihak yang turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program, di antaranya Kepala Desa Ubrug Deri Sopiar, Camat Warungkiara Toni Sugiarto, S.IP., MM., Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wahyu Hartono, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah III Abdul Muiz, S.Hut., M.Si., Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sukabumi Adi Gumbara, M.Si., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMI Dr. Jujun Ratnasari, M.Si. Dalam sambutannya, Adi Gumbara mewakili BAPPERIDA Kabupaten Sukabumi menyampaikan dukungan penuh terhadap program mitigasi bencana yang digagas mahasiswa KKN, sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa. Para narasumber lain yang hadir juga senantiasa menggarisbawahi urgensi menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penghijauan sebagai ikhtiar nyata dalam mendukung upaya mitigasi bencana. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan desa berdampingan dengan instansi teknis di bidang kehutanan dan perencanaan pembangunan daerah ini sekaligus merefleksikan semangat sinergi lintas sektor, di mana akademisi, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu menghadapi persoalan lingkungan dan kebencanaan di tingkat desa.

 


Usai rangkaian sambutan, acara memasuki puncaknya, yakni prosesi simbolisasi penanaman bibit pohon yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh perwakilan pemerintah desa, instansi terkait, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Aris Juliansyah, M.I.Kom., serta mahasiswa KKN. Momen simbolis yang penuh makna ini menjadi penanda resmi bergulirnya program penanaman pohon di Desa Ubrug, yang secara keseluruhan menargetkan penanaman 102 bibit pohon di beberapa titik lokasi yang tersebar di wilayah rawan longsor. Bibit yang ditanam terdiri atas lima jenis pohon, yaitu mahoni, durian, alpukat, sukun, dan mangga, yang dipilih karena selain berfungsi sebagai penguat struktur tanah, juga memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan hasilnya oleh warga di kemudian hari. Penentuan titik-titik lokasi tersebut tidak dilakukan secara serampangan, melainkan melalui proses pengamatan lapangan yang cermat serta koordinasi intensif bersama perangkat desa, sehingga penanaman dapat menyasar area yang benar-benar membutuhkan penguatan tutupan vegetasi.

Lebih dari sekadar seremoni, program penanaman pohon ini dirancang dengan visi jangka panjang untuk memberikan manfaat ekologis yang berkelanjutan. Akar-akar pohon yang kelak tumbuh diharapkan mampu mencengkeram dan memperkuat struktur tanah, meningkatkan kapasitas resapan air, serta menekan laju erosi pada lereng-lereng yang rentan longsor. Tidak hanya berhenti pada aspek mitigasi bencana, kehadiran pepohonan ini juga diproyeksikan turut memperbaiki kualitas udara, memulihkan keseimbangan ekosistem sekitar, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga melalui hasil buah-buahan yang dapat dipanen, sekaligus menjadi fondasi bagi terwujudnya Desa Ubrug sebagai desa yang lebih hijau, asri, dan lestari.

Sepanjang pelaksanaannya, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, diwarnai antusiasme serta dukungan hangat dari seluruh pihak yang hadir, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga di sekitar lokasi penanaman. Antusiasme yang tinggi ini menjadi sinyal positif bahwa program yang digagas mahasiswa KKN mendapat sambutan baik dari masyarakat, sekaligus membuka peluang besar bagi keberlanjutan program tersebut untuk terus dirawat dan dijaga oleh warga setempat, bahkan setelah masa pengabdian KKN berakhir.

Terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan koordinasi erat bersama Kepala Desa Ubrug, Deri Sopiar, serta Ketua RW 19, Ata Suhendar, dan didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Aris Juliansyah, M.I.Kom. Program ini turut digerakkan oleh Ketua KKN Sinergi 2026 Kelompok 09, Wildani Ramdhan S., bersama seluruh anggota kelompok yang terlibat aktif sejak tahap persiapan, koordinasi lintas pihak, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.


Melalui kegiatan simbolis yang sarat makna ini, mahasiswa KKN UMMI berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat Desa Ubrug akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam upaya mitigasi bencana melalui gerakan penghijauan yang berkesinambungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari rangkaian program lingkungan yang lebih luas dan berdampak, sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, demi mewujudkan Desa Ubrug yang hijau, bersih, dan tangguh menghadapi potensi bencana alam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak